Gelar Apel Kesiapsiagaan, Bupati Dan BPBD Pastikan Sapras Siap Tempur

MERANTI,MajuNews – Dalam Persiapan menghadapi bencana daerah, Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil,SH gelar apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam Tahun 2021 (Banjir Dan Karhutla),Senin (8/11/21) dihalaman Kantor Bupati.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan apresiasi setinggi tingginya atas diselenggarakannya apel kesiapsiagaan tanggap bencana tersebut.

Ia menghimbau kepada semua pihak untuk bersedia meluangkan waktu untuk menyelenggarakan pelatihan kesiapsiagaan bencana sesuai situasi, kondisi, dan potensi ancaman, melalui latihan-latihan secara berkala tersebut, masyarakat dapat lebih siap,siaga, dan memiliki pengetahuan memadai dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi serta masyarakat dapat mengidentifikasi titik evakuasi dan perlindungan yang dinilai paling aman sehingga pada akhirnya akan meminimalisir terjadinya korban.

“Kegiatan ini sangat penting, karna kita akan siap disaat mendapatkan bencana yang mendadak, dan saya harap bagi pihak yang terkait bisa benar-benar mengikut pelatihan ini”ucapnya.

Berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 903 Tahun 2016 tentang Kawasan Hutan Provinsi Riau, Luas kawasan hutan di Kabupaten Kepulauan Meranti adalah seluas 263.651,65 Hektar, atau sekitar 72.5 % dari total luas wilayah Meranti.

Sedangkan dari total luas kawasan hutan tersebut, baru sekitar 50% yang sudah di kelola oleh pemegang ijin, sedangkan 50% sisanya belum ada pemegang ijin sehingga menjadi daerah rawan kebakaran hutan dan lahan.

Pantai di Kabupaten Kepulauan Meranti sepanjang 132 Km yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, dimana diketahui bahwa ombak dari selat malaka terkenal dengan gelombang tingginya sehingga daerah tersebut menjadi daerah rawan abrasi.

Untuk itu Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat dan semua pihak terkait dalam hal kesiapsiagaan, bersama-sama berupaya semaksimal mungkin meningkatkan partisipasi dan peran aktif komunitas dan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana terutama penanggulangan bencana karhutla dan abrasi.

Adil berharap Apel Kesiapsiagaan pada hari ini dapat meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat terhadap musibah bencana yang juga menjadi ancaman baik bagi stabilitas pemerintah daerah maupun nasional.

“Saya berharap seluruh lapiran masyarakat ikut berpartisipasi dan berperan aktif, meningkatkan kesadaran terhadap bencana yang akan dihadapi”tegasnya lagi.

Secara terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melalui Kepala Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Muhtarom Bakhrudin,S.Hut menyampaikan Apel kesiapsiagaan tanggap bencana terutama bencana kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu upaya dari Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti dalam kegiatan pencegahan bencana.

Hal ini penting dilakukan untuk melihat kesiapan dalam menghadapi bencana karhutla yang ada di Meranti, terutama terkait kesiapan dari personel anggota pemadaman kebakaran maupun kesiapan dari sarpras pemadaman seperti mesin dan selang agar selalu dalam kondisi terawat sehingga siap digunakan ketika terjadi bencana karhutla.

“Apel ini sangat penting, karna ini upaya kita dalam melakukan pencegahan, selain itu kita juga bisa melihat kesiapan kita dari segi personil, dan yang terpenting Sarana prasarana kita dalam bertempur nantinya”ungkapnya.

Muhtarom juga menegaskan sampai saat ini Sapras (alat Mesin dan Selang) sudah memadai dan bisa digunakan untuk bencana yang akan datang.

“Untuk Sapras kita mudah mudahan sampai saat ini masih cukup, dan alat kita seperti mesin dan selang sudah ada kita titipkan di 8 kecamatan, jadi saya rasa untuk sapras kita sudah siap tempur”bebernya lagi.

Salah satu permasalahan yang terdapat pada Kabupaten Kepulauan Meranti adalah bencana alam, seperti kebakaran hutan dan lahan. Penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan dikarenakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang membuka lahan dengan cara membakar, membuang puntung rokok tanpa dimatikan yang mengakibatkan kerugian bagi seluruh pihak.

Selain bencana kebakaran hutan dan lahan, wilayah pesisir pantai Kabupaten Kepulauan Meranti yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka juga memiliki permasalahan yaitu merupakan daerah rawan abrasi, dengan panjang daerah rawan yaitu kurang lebih sekitar 132 km. Abrasi yang terjadi, dampaknya telah menimbulkan persoalan-persoalan yaitu berkurangnya daratan pada wilayah kabupaten kepulauan meranti.

Kemudian tercatat pernah terjadi juga banana angin kencang atau cuaca ekstrem. Kejadian ini mengakibatkan rumah warga ambruk akibat angin kencang tersebut. Bencana ini juga mengakibatkan kerugian bagi mayarakat baik fisik dan ekonomi.

Dengan terjadinya kejadian bencana di Kabupaten Kepulauan Meranti, maka perlu dilakukan penghimpunan, pengumpulan, dan desiminasi terkait kejadian bencana tersebut. Salah satu yang dapat dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat informasi terkait kebencanaan adalah melalui webgis sistem informasi kebencanaan yaitu SIAGA “Sistem Informasi Penanggulangan Bencana”, yang dapat diakses melalui internet yaitu melalui alamat siaga.merantikab.go.id

siaga.merantikab.go.id merupakan sistem informasi geografis berbasis web yang digunakan dan dimanfaatkan untuk menghimpun, mengelola dan mendiseminasikan informasi kebencanaan terutama terkait karhutla di Kabupaten Kepulauan Meranti. Informasi kebencanaan antara lain titik-titik lokasi kebencanaan, peringatan kebencanaan, potensi bencana serta laporan kebencanaan (laporan pertama kali terjadinya bencana, penanganan pada saat bencana dan pasca bencana).

Webgis siaga.merantikab.go.id ini memiliki tujuan agar masyarakat akan mampu meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan terkait kebencanaan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti. siaga.merantikab.go.id ini juga dapat digunakan sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan pemangku kepentingan dan para pihak yang menangani kebencanaan.

Turut hadir dalam apel tersebut Wakil Bupati H.Asmar, Ketua DPRD Jack Ardiansyah, Kapolres AKBP.Andi Yul Lapawesean T.G SH., SIK., MH,Kajari Kep. Meranti, Danlanal Dumai/ Danpos TNI AL, Dandim 0303 BKS, Danramil Tebing Tinggi, Pengadilan Negeri Bengkalis, Ketua Pengadilan Agama Kep. Meranti, Sekretaris Daerah Kep. Meranti, Para Staf Ahli Bupati Kep. Meranti, Para Asisten Setda Kep. Meranti, Kemenag Kep. Meranti, Seluruh Kepala OPD kep. Meranti, KSOP kep. Meranti, Kalapas Selatpanjang, Bea Cukai, Kakan Imigrasi,Koperasi Silva, Koperasi Harmonis, PT. EMP, PT.RSL, PT.NSP, dan peserta apel.(Edi).

Editor : Redaksi

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *