MERANTI, MajuNews – PT ITA menggelar kegiatan Field Trip dan Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) 2025 yang dirangkaikan dengan kunjungan ke lokasi wisata binaan Mangrove Taman Lestari. Acara berlangsung pada Kamis (18/9/2025), bertempat di Kantor PT ITA Desa Lukit, Kecamatan Tasik Putri Puyu, dan Desa Kayu Ara, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen PT ITA, media, mahasiswa, serta komunitas penggiat lingkungan. Acara bertujuan untuk memperkenalkan kinerja PT ITA dalam sektor minyak dan gas (migas) serta komitmennya terhadap program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kinerja dan Kontribusi PT ITA
Dalam sambutannya, Manajer PT ITA menyampaikan terima kasih atas kehadiran para jurnalis dan peserta. Ia menegaskan bahwa PT ITA hanya beroperasi di sektor hilir migas, sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
“Saat ini, hampir 60% pekerja kami berasal dari masyarakat lokal. Untuk produksi harian, kami menghasilkan sekitar 4.600 barel. Kontrak kami dengan negara berlangsung selama 20 tahun,” jelasnya.
Soal kontribusi terhadap daerah, ia menyampaikan bahwa sebagian besar kewenangan berada di pemerintah pusat.
“Kontribusi ke Kabupaten Kepulauan Meranti adalah bagian dari kebijakan Kementerian Keuangan. Kami hanya melaporkan produksi ke BPK dan instansi terkait. Untuk bantuan langsung ke daerah, bisa ditanyakan kepada Arip Hidayatuloh selaku CSR Coordinator EMP,” tambahnya.
Sementara itu, Tengku Darmawan dari PT ITA menyebutkan bahwa wilayah kerja migas PT ITA berada di tiga kecamatan, yaitu Tebing Tinggi Barat, Merbau, dan Tasik Putri Puyu.
“Kami memiliki 100 sumur dengan produksi tertinggi pada era 1990-an yang pernah mencapai 40.000 barel per hari. Kini produksi menurun drastis, bahkan sempat di bawah 1.000 barel. Namun, kami tetap berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan operasional,” ujarnya.
Kunjungan ke Wisata Mangrove Taman Lestari
Usai kegiatan di kantor PT ITA, rombongan melanjutkan perjalanan ke Wisata Mangrove Taman Lestari di Sungai Apit, Kabupaten Siak — salah satu lokasi konservasi dan wisata edukatif yang dibina oleh PT ITA.
Arip Hidayatuloh selaku CSR Coordinator EMP menyampaikan apresiasinya kepada pengelola wisata dan masyarakat yang telah mendukung program pelestarian lingkungan.
“Program awal kami di daerah ini dimulai pada 2007, namun fokus penanaman mangrove baru berjalan sejak 2016 bersama pemuda dan masyarakat. Taman ini menjadi tempat konservasi dan juga edukasi, termasuk untuk mahasiswa dari berbagai daerah di Riau,” katanya.
Perwakilan pengelola Taman Lestari, Jumadi Afrizal, menjelaskan bahwa kelompok konservasi Laskar Mandiri mulai terbentuk pada 2013 dan terus berkembang hingga kini.
“Awalnya hanya kegiatan penanaman mangrove. Pada 2017 kami mulai merancang struktur organisasi kelompok secara resmi melalui musyawarah desa, hingga memiliki Surat Keputusan (SK) dan jembatan yang kini menjadi ikon wisata, dibangun dengan anggaran Rp350 juta,” ujarnya.
Inovasi dan Edukasi dari Taman Lestari
Ika dari Koperasi Perempuan Inovatif (Koprin) menambahkan bahwa pihaknya mengembangkan produk kreatif dari bahan alami.
“Kami melatih pengunjung membuat pakaian dan tas dari daun-daunan lokal. Daun yang digunakan adalah dari pohon yang sudah tumbuh banyak, bukan yang masih langka,” jelasnya.
Sementara itu, Kaidir dari program Siak, Pelawan, dan Pesisir (SPLP) menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan mangrove dilakukan sejak 2021-2022. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan konservasi.
“Kita harus bersama-sama menjaga mangrove agar tetap lestari. Tanaman ini memiliki nilai ekologis yang tinggi dan harus terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya setiap tahun,” tutup Kaidir.(Nurhadi)
PT ITA Gelar Field Trip dan LKTJ 2025 Serta Kunjungan ke Wisata Mangrove Taman Lestari
