MERANTI,Kupas24 – Salah satu Bakal Calon Bupati Said Hasyim dengan Selogan “Bersabar” Kabupaten Kepulauan Meranti pada Sabtu,(26/09/20) lalu telah menggelar sosialisasi kampanye di Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau.
Ironisnya, acara tersebut digelar di rumah warga (Bapak Hamzah.red.) yang mana diketahui bahwa (Sofyan) anak dari pemilik rumah itu adalah salah satu anggota Petugas Pemungutan Suara (PPS) Desa Kuala Merbau.
Saat dikonfirmasi Media kupas24.com Rabu,(07/10/20 ) Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Meranti Syamsurizal menjelaskan bahwa hal ini akan ditelusuri oleh bawaslu Meranti dan jika terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik dan Undnag-undnag yang berlaku, maka petugas PPS tersebut akan mendapatkan sangsi hingga pemberhentian.
“Informasi ini akan kami telusuri, jika terbukti ada petugas PPS tersebut melanggar kode etik dan Undang-undang, dia akan terancam diberikan sangsi atau pemberhentian”jelasnya.
Syamsurizal juga menjelaskan dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 pasal 157 Ayat (1) dan Kode Etik PPS Pasal 6 dan Pasal 8 sudah ditegaskan bahwa Petugas PPS harus bersikap Jujur,Mandiri,Adil dan Akuntabel.
Ia juga menegaskan jika terbukti melanggar Undang-undang dan Kode Etik tersebut, akan mendapatkan sangsi atau pemberhentian.
“Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas informasinya, sesuai aturan dan kode etik yang saya sampaikan, jika terbukti petugas akan kita beri sangsi”pungkas Ketua Bawaslu Syamsurizal,S.IP.
Secara terpisah, kepada Media ini salah satu masyarakat setempat menanyakan terkait kegiatan sosialisasi kampanye yang dilakukan Bakal Calon Bupati tersebut di rumah petugas PPS itu, warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan sangat miris, karena ia menilai terkesan memihak calon tersebut.
“Pak, kemaren ada acara sosialisasi bakal calon Bupati Dirumah petugas PPS pak, boleh itu, setau saye tak boleh, kan mereka petugas Pemilu harus adil Mane boleh memihak”tanya salah satu warga tersebut kepada media ini.(PM/010920).
Editor : Redaksi
Terima Sosialisasi Bacabup Dirumah Kediaman, Petugas PPS Terancam Diberhentikan
